SIDOARJO-GEMAJATIM-Kompak mencuri motor, pasangan suami istri masuk penjara. Mereka kini ditahan di Mapolresta Sidoarjo guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Ungkap pasutri yang diduga mencuri motor itu dibeber Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing didampingi Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Agus Sobarnapraja
dalam rilis di Mapolresta, Rabu 2 Oktober 2024. “Suami bertindak sebagai eksekutor, istri memantau situasi,” ujar kasatreskrim di hadapan awak media.
Terungkapnya pasutri yang kompak berbuat kriminal itu berkat rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi mereka secara jelas.
Pelaku utama adalah sang suami yakni MT (35), residivis asal Burneh, Bangkalan, Madura. Ia kembali melakukan kejahatan serupa (curanmor) setelah bebas dari penjara. Kali ini, ia tak beraksi sendiri. Sang istri, Ny DR (34), warga Wonokromo, Surabaya, ikut terlibat dalam aksi tersebut. Pasutri ini sebelum ditangkap polisi diketahui tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Sidoarjo.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, aksi pencurian ini dilakukan pasutri ini demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Pasangan ini melakukan aksi curanmor untuk mencukupi kebutuhan mereka. Sangat disayangkan, apalagi salah satu pelaku adalah residivis yang baru saja bebas,” ungkap kasatreskrim.
Dalam aksinya, pasutri tersebut berhasil mencuri sepeda motor di empat lokasi berbeda. Namun, aksi mereka terungkap setelah salah satu korban menyerahkan rekaman CCTV kepada polisi. Dari bukti ini, pihak kepolisian melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan penangkapan.
Polisi juga berhasil menyita satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku dalam melakukan aksi pencurian. Kini, pasangan suami istri ini mendekam di tahanan Polresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus yang menjerat mereka.
Aksi kriminal pasangan ini menjadi sorotan, terutama karena keterlibatan seorang residivis yang kembali melakukan kejahatan setelah bebas dari hukuman. Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada dan meningkatkan sistem keamanan agar terhindar dari kejadian serupa.(nrl/kris)
